Saturday, June 13, 2026

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran pada permukaan bumi yang dapat menimbulkan kerusakan bangunan, alam, bahkan korban jiwa. Setiap tahun, terjadi sekitar 10.000–30.000 gempa akibat pergerakan lempeng bumi, baik saling bertumbukan (konvergen), saling menjauh (divergen), maupun saling bergesekan (transform).

Namun, tidak semua gempa terasa. Hanya gempa dengan kekuatan besar yang bisa dirasakan dan menimbulkan kerusakan, bahkan hingga ke daerah jauh dari pusat gempa.

Jenis-jenis gempa

1. Gempa Tektonik

Terjadi akibat pergerakan atau tumbukan lempeng bumi. Jenis gempa ini merupakan yang paling sering terjadi.

2. Gempa Vulkanik

Terjadi akibat pergerakan magma di dalam gunung berapi, biasanya menjelang atau saat erupsi.

3. Gempa Runtuhan

Terjadi karena runtuhnya tanah, gua bawah tanah, atau longsoran batuan.

4. Gempa Tumbukan

Terjadi akibat jatuhnya meteorit atau asteroid besar yang menumbuk permukaan bumi.

5. Gempa Buatan

Terjadi akibat aktivitas manusia, misalnya peledakan bahan peledak berskala besar, pertambangan, atau uji coba tertentu.

Ketika gempa bumi tektonik terjadi, getaran tidak muncul begitu saja, melainkan berawal dari pusat gempa. Titik pusat gempa yang berada di dalam bumi disebut hiposentrum. Dari sinilah energi dilepaskan. Tepat di atas hiposentrum, pada permukaan bumi, terdapat titik yang disebut episentrum. Daerah ini biasanya menjadi lokasi yang pertama kali merasakan guncangan dan juga mengalami kerusakan paling parah.

  • Hiposentrum adalah titik awal gempa di dalam Bumi, tempat energi dilepaskan.
  • Episentrum adalah titik di permukaan Bumi yang berada tepat di atas hiposentrum.

Energi gempa menyebar ke segala arah dalam bentuk gelombang seismik. Ada dua jenis gelombang utama yang dihasilkan.

① Gelombang Primer (P)

Gelombang primer atau Primary Wave merupakan gelombang gempa yang bergerak paling cepat sehingga menjadi gelombang pertama yang terdeteksi oleh seismograf dan mencapai permukaan bumi.

② Gelombang Sekunder (S)

Gelombang sekunder atau Secondary Wave bergerak lebih lambat dibandingkan gelombang primer sehingga tiba setelah gelombang P.

Selisih waktu tibanya gelombang P dan S inilah yang digunakan para ahli untuk menentukan lokasi hiposentrum gempa dengan tepat.

Alat ukur gempa

  • Seismograf → alat pencatat getaran gempa.
  • Seismogram → hasil rekaman seismograf.
  • Skala Richter (SR) → mengukur kekuatan gempa berdasarkan amplitudo gelombang.
  • Skala Momen Magnitudo (M) → lebih akurat, terutama untuk gempa besar.
Sejak 2008, BMKG menggunakan Magnitudo (M), bukan lagi SR.

Kategori gempa berdasakan kekuatan gempa

Magnitudo Kategori Gempa Dampak Umum
≥ 8 Sangat Besar Kerusakan sangat luas, berpotensi menimbulkan bencana besar
7 - 7,9 Besar Kerusakan parah pada bangunan dan infrastruktur
6 – 6,9 Kuat Kerusakan sedang hingga berat di wilayah sekitar episentrum
5 – 5,9 Sedang Kerusakan ringan pada bangunan, terasa cukup kuat
4 – 4,9 Ringan Biasanya hanya terasa oleh orang di dalam ruangan
3 – 3,9 Minor Jarang terasa, biasanya hanya tercatat oleh seismograf
⚠️ Bencana yang Terjadi Setelah Gempa
a. Gempa Susulan

Setelah gempa utama terjadi, lempeng bumi masih terus bergerak untuk mencapai kondisi yang lebih stabil. Pergerakan lanjutan ini menimbulkan gempa susulan.

Ciri-ciri:
  • Terjadi setelah gempa utama.
  • Umumnya berkekuatan lebih kecil.
  • Dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa bulan.
Perhatian: Bangunan yang sudah rusak akibat gempa utama dapat roboh saat terjadi gempa susulan. Oleh karena itu, lebih aman menunggu di ruang terbuka sampai kondisi benar-benar aman.
b. Tsunami

Tsunami adalah gelombang laut raksasa yang terjadi akibat gangguan besar di dasar laut, seperti gempa bumi bawah laut, letusan gunung api bawah laut, atau longsoran dasar laut.

Fakta Penting:
  • Di laut dalam dapat bergerak hingga 800 km/jam.
  • Saat memasuki perairan dangkal, tinggi gelombang meningkat drastis.
  • Dapat menyebabkan kerusakan besar di wilayah pesisir.
📍 Tsunami Palu (2018)

Gempa berkekuatan 7,4 M memicu tsunami setinggi sekitar 6 meter yang menerjang Kota Palu, Sulawesi Tengah. Peristiwa ini menimbulkan ribuan korban jiwa dan kerusakan besar.

📍 Tsunami Aceh (2004)

Gempa berkekuatan 9,3 M di lepas pantai Sumatra memicu tsunami setinggi hingga 30 meter. Gelombang masuk ke daratan hingga sekitar 12 km dan menyebabkan lebih dari 200.000 korban jiwa. Dampaknya bahkan dirasakan hingga India, Thailand, dan Sri Lanka.

SOAL LATIHAN

Pilihlah satu jawaban berikut ini yang paling tepat!

Link : Lembar Jawab

  1. Gempa bumi yang paling sering terjadi dan menimbulkan bencana adalah jenis gempa....
    1. vulkanik
    2. runtuhan
    3. buatan
    4. tektonik
  1. Titik pusat gempa yang berada di dalam bumi disebut....
    1. hiposentrum
    2. episentrum
    3. seismograf
    4. seismogram
  1. Alat yang digunakan untuk mencatat getaran gempa bumi adalah....
    1. termometer
    2. barometer
    3. seismograf
    4. hygrometer
  1. Gelombang gempa yang pertama kali tiba di permukaan bumi adalah gelombang....
    1. primer
    2. sekunder
    3. love
    4. rayleigh
  1. Gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi disebut gempa....
    1. tektonik
    2. vulkanik
    3. runtuhan
    4. buatan
  1. Ketika gempa bumi terjadi, titik awal pelepasan energi gempa berada di dalam bumi. Energi yang dilepaskan tersebut merambat ke segala arah hingga mencapai permukaan bumi. Daerah di permukaan bumi yang letaknya tepat di atas pusat gempa biasanya mengalami guncangan terkuat dan kerusakan paling parah. Daerah ini dikenal dengan istilah...
    1. seismogram
    2. zona subduksi
    3. hiposentrum
    4. episentrum
  1. Salah satu bencana alam yang sering terjadi di wilayah pesisir adalah gelombang laut sangat besar yang muncul secara tiba-tiba. Bencana ini biasanya disebabkan oleh adanya gempa bumi bawah laut, letusan gunung berapi di dasar laut, atau longsoran bawah laut yang memindahkan sejumlah besar air. Gelombang yang menjalar dengan kecepatan tinggi menuju pantai ini dikenal dengan nama....
    1. tornado
    2. badai
    3. banjir
    4. tsunami
  1. Dalam peristiwa gempa bumi, biasanya terdapat satu gempa utama yang memiliki kekuatan paling besar. Namun setelah gempa utama terjadi, sering kali masih muncul guncangan-guncangan lain yang intensitasnya lebih kecil. Guncangan ini merupakan akibat dari penyesuaian lapisan batuan di sekitar zona patahan setelah pelepasan energi besar. Gempa yang terjadi setelah gempa utama dan biasanya lebih kecil kekuatannya disebut....
    1. gempa pembuka
    2. gempa utama
    3. gempa susulan
    4. gempa tektonik
  1. Indonesia merupakan salah satu negara yang sering mengalami gempa bumi karena berada di kawasan pertemuan tiga lempeng besar dunia. Gempa yang terjadi di Indonesia memiliki kekuatan yang berbeda-beda, mulai dari yang kecil hingga sangat besar. Berdasarkan tabel kategori gempa yang mengklasifikasikan kekuatan gempa menurut magnitudo, gempa dengan magnitudo 6,5 seperti yang pernah terjadi di beberapa wilayah Indonesia termasuk dalam kategori....
    1. ringan
    2. sedang
    3. kuat
    4. besar
  1. Dalam ilmu seismologi, dikenal adanya gelombang gempa yang memiliki kecepatan berbeda. Gelombang pertama merambat paling cepat sehingga tiba lebih dahulu di stasiun pencatat gempa, sedangkan gelombang berikutnya datang sedikit lebih lambat setelahnya. Para ahli kemudian membandingkan selisih waktu tibanya kedua gelombang tersebut untuk melakukan perhitungan tertentu yang berkaitan dengan....
    1. kekuatan gempa
    2. lokasi hiposentrum
    3. jenis gempa
    4. dampak gempa
  1. Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang sangat berbahaya, terutama bagi daerah pesisir. Gelombang laut raksasa ini sering kali terjadi setelah gempa bumi bawah laut. Namun, tidak semua gempa dapat menimbulkan tsunami, melainkan hanya gempa dengan mekanisme tertentu. Fenomena utama yang menyebabkan air laut bergeser secara tiba-tiba hingga membentuk gelombang besar menuju daratan adalah....
    1. pergeseran vertikal dasar laut karena aktivitas tektonik
    2. pergerakan horizontal dasar laut akibat gesekan lempeng
    3. dorongan arus laut yang dipicu pasang surut
    4. perubahan suhu laut secara mendadak akibat iklim ekstrem
  1. Ketika gempa bumi terjadi, pelepasan energi besar di dalam bumi akan merambat ke segala arah. Energi ini tidak berbentuk cahaya maupun panas, melainkan berupa getaran yang dapat tercatat oleh alat pencatat gempa di stasiun seismologi. Getaran tersebutlah yang sampai ke permukaan bumi sehingga dirasakan sebagai guncangan. Energi yang dilepaskan saat gempa bumi terjadi merambat dalam bentuk....
    1. gelombang suara
    2. gelombang elektromagnetik
    3. gelombang panas
    4. gelombang seismik
  1. Dalam ilmu kebumian, getaran gempa bumi dapat direkam menggunakan alat khusus yang mencatat gerakan tanah dalam bentuk garis-garis pada kertas atau media digital. Rekaman ini menunjukkan waktu, lama, dan kekuatan guncangan gempa, sehingga sangat penting bagi para ahli dalam menganalisis peristiwa gempa. Hasil rekaman dari alat pencatat tersebut disebut....
    1. seismograf
    2. seismogram
    3. episentrum
    4. hiposentrum
  1. Setelah sebuah guncangan besar terjadi, sering kali masih muncul getaran-getaran lain di wilayah yang sama. Getaran ini muncul karena lapisan batuan di sekitar patahan masih melakukan penyesuaian setelah pelepasan energi besar. Walaupun getarannya tidak sebesar guncangan pertama, keberadaannya tetap dianggap berbahaya karena....
    1. karena biasanya lebih besar dari gempa utama
    2. karena dapat merobohkan bangunan yang sudah rusak
    3. karena selalu menimbulkan tsunami
    4. karena tidak dapat diprediksi oleh alat pencatat gempa
  1. Pada tahun 2018, Kota Palu mengalami bencana besar yang tidak hanya dipicu oleh gempa bumi dan tsunami, tetapi juga oleh fenomena lain yang membuat tanah di beberapa wilayah tiba-tiba kehilangan kestabilannya. Akibat peristiwa ini, banyak bangunan, jalan, dan pepohonan yang amblas maupun bergeser dari tempatnya. Kejadian parah tersebut terutama disebabkan oleh....
    1. hujan deras yang terus menerus
    2. getaran gempa yang mengoncang tanah jenuh air
    3. aktivitas gunung berapi bawah laut
    4. gelombang tsunami yang tinggi

No comments:

Post a Comment