Mengapa Sifat Dapat Diwariskan?
Setiap makhluk hidup memiliki sifat yang dapat diturunkan dari induknya — seperti warna bunga, bentuk biji, atau warna mata pada manusia. Ilmu yang mempelajari pewarisan sifat ini disebut genetika.
Salah satu tokoh paling penting dalam genetika adalah Gregor Johann Mendel (1822–1884), seorang biarawan Augustinian yang dijuluki "Bapak Genetika" berkat penemuannya tentang pola pewarisan sifat yang teratur.
Tokoh Penting: Gregor Johann Mendel
Mendel melakukan percobaan penyilangan tanaman selama 8 tahun (1856–1863) di taman Biara St. Thomas, Brno. Ia meneliti sekitar 28.000 tanaman kacang kapri dan mencatat hasilnya dengan teliti menggunakan pendekatan matematika & statistik — sesuatu yang belum pernah dilakukan ahli biologi pada zamannya.
💡 Karyanya baru diakui dunia pada tahun 1900, 16 tahun setelah ia meninggal.
Dua Jenis Persilangan yang Dilakukan Mendel
Monohibrid
"Satu sifat beda"Persilangan antara dua induk yang hanya berbeda pada satu sifat.
🌸 Bunga ungu × Bunga putih
(hanya warna bunga yang dibedakan)
Dihibrid
"Dua sifat beda"Persilangan antara dua induk yang berbeda pada dua sifat sekaligus.
🟡⚪ Biji kuning-bulat × 🟢⚫ Biji hijau-keriput
(warna DAN bentuk biji dibedakan)
Melalui percobaan yang teliti dan sistematis, Mendel berhasil menemukan bahwa pewarisan sifat bukanlah percampuran acak, melainkan mengikuti pola matematis yang teratur dan dapat diprediksi.
Temuan ini kemudian dirumuskan menjadi dua hukum fundamental yang dikenal sebagai Hukum Mendel I (Segregasi) dan Hukum Mendel II (Asortasi Bebas).
A. Hukum Mendel I (Hukum Segregasi)
Pernyataan Hukum
Hukum Mendel I (Hukum Segregasi) menyatakan bahwa sepasang alel akan berpisah secara bebas ketika gamet (sel kelamin) terbentuk. Artinya, setiap gamet hanya menerima satu alel dari pasangan alel yang dimiliki induk.
1. Persilangan Monohibrid
Definisi
Monohibrid adalah persilangan antara dua individu yang hanya berbeda pada satu sifat (satu karakter).
Contoh Percobaan Mendel
Tanaman ercis berbunga ungu (homozigot dominan) disilangkan dengan ercis berbunga putih (homozigot resesif).
Bunga Ungu
(Induk 1)
Bunga Putih
(Induk 2)
-
F1Generasi Pertama (F1)
Semua keturunan berbunga ungu. Sifat putih tertutupi (tidak hilang, hanya tersembunyi).
📋 Diagram Persilangan F1
P (Induk)BBUngu×bbPutih↓GametBb↓F1Bb100% Bunga Ungu💡 Kesimpulan: Warna ungu bersifat dominan terhadap putih yang resesif. -
F2Generasi Kedua (F2)
Ketika sesama F1 (Bb × Bb) disilangkan, dihasilkan perbandingan:
📋 Diagram Persilangan F2 (Papan Catur / Punnett Square)
P (F1×F1)BbUngu×BbUngu↓GametB bB b↓♀ / ♂ B b B BB
UnguBb
Ungub Bb
Ungubb
Putih75%Bunga Ungu
(BB, Bb, Bb)25%Bunga Putih
(bb)Perbandingan Genotipe:1 BB : 2 Bb : 1 bb
Perbandingan Fenotipe:3 Ungu : 1 Putih
🔍 Bukti Hukum Segregasi
Dari percobaan tersebut terlihat bahwa sifat putih tidak hilang, hanya tersembunyi di F1 dan muncul kembali di F2. Inilah bukti bahwa alel berpisah secara bebas saat pembentukan gamet — sesuai dengan Hukum Mendel I.
2. Intermediet (Dominansi Tidak Sempurna)
💡 Pengecualian dari Pola Mendel
Tidak semua persilangan mengikuti pola Mendel sepenuhnya. Pada beberapa kasus, sifat keturunan merupakan campuran (intermediet) dari sifat induknya. Fenomena ini disebut dominansi tidak sempurna (incomplete dominance).
Contoh: Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa)
Bunga merah (homozigot) disilangkan dengan bunga putih (homozigot).
Merah
(Induk 1)
Putih
(Induk 2)
-
F1Generasi Pertama (F1)
Semua keturunan berbunga merah muda — merupakan campuran dari merah dan putih, bukan dominansi penuh.
💡 Kesimpulan: Alel M dan m sama-sama terekspresi, menghasilkan fenotipe campuran (merah muda). Tidak ada yang dominan atau resesif. -
F2Generasi Kedua (F2)
Ketika sesama F1 (Mm × Mm) disilangkan, dihasilkan perbandingan:
Perbandingan Genotipe:1 MM : 2 Mm : 1 mm
Perbandingan Fenotipe:1 Merah : 2 Merah Muda : 1 Putih
B. Hukum Mendel II (Hukum Asortasi Bebas)
Pernyataan Hukum
Hukum Mendel II (Hukum Asortasi Bebas) menyatakan bahwa pasangan alel untuk sifat yang berbeda akan berpisah secara bebas ketika gamet terbentuk, sehingga kombinasi sifat baru dapat muncul pada keturunannya.
⚠️ Catatan: Hukum ini berlaku untuk gen-gen yang terletak pada kromosom yang berbeda (tidak terpaut). Gen yang terpaut (linked genes) tidak mengikuti hukum ini.
Persilangan Dihibrid
Definisi
Dihibrid adalah persilangan antara dua individu yang berbeda pada dua sifat sekaligus.
Contoh Percobaan Mendel:
Bulat Kuning
(Induk 1)
Keriput Hijau
(Induk 2)
-
F1Generasi Pertama (F1)
Semua keturunan berbiji bulat kuning. Kedua sifat dominan muncul sepenuhnya.
💡 Kesimpulan: Bentuk bulat dan warna kuning bersifat dominan terhadap keriput dan hijau. -
F2Generasi Kedua (F2)
Ketika sesama F1 (BbKk × BbKk) disilangkan, setiap induk menghasilkan 4 jenis gamet (BK, Bk, bK, bk) secara bebas.
📊 Hasil F2 (Perbandingan 9:3:3:1)
9Bulat Kuning
(B_K_)3Bulat Hijau
(B_kk)3Keriput Kuning
(bbK_)1Keriput Hijau
(bbkk)Kombinasi Baru: Muncul sifat bulat hijau dan keriput kuning yang tidak ada pada induk. Ini membuktikan bahwa alel berpisah secara bebas!
🔍 Bukti Hukum Asortasi Bebas
Dari percobaan tersebut terlihat bahwa:
- Sifat bentuk biji (bulat–keriput) dan warna biji (kuning–hijau) diwariskan secara independen
- Muncul kombinasi sifat baru (bulat hijau & keriput kuning) yang tidak ada pada induk
- Perbandingan fenotipe 9:3:3:1 menunjukkan bahwa setiap sifat berpisah secara bebas
C. Pewarisan Sifat pada Manusia
Sifat-Sifat yang Diwariskan pada Manusia
Warna Kulit
Dikendalikan oleh minimal 3 gen utama (A, B, C) dengan efek aditif. Semakin banyak alel dominan, semakin gelap warna kulit.
Widow's Peak
Garis rambut berbentuk segitiga di tengah dahi.
- W = ada widow's peak (dominan)
- w = garis rambut lurus (resesif)
Cuping Telinga
Bentuk perlekatan cuping telinga dengan sisi kepala.
- E = cuping bebas / menggantung (dominan)
- e = cuping menempel (resesif)
Jenis Rambut
Contoh dominansi tidak sempurna pada manusia.
- KK = keriting
- Kk = bergelombang (campuran)
- kk = lurus
Golongan Darah ABO
Dikendalikan oleh 3 alel pada satu lokus: IA (antigen A), IB (antigen B), dan I0 (tanpa antigen). Alel IA dan IB bersifat kodominan — keduanya terekspresi penuh.
IAIA atau IAI0
IBIB atau IBI0
IAIB
I0I0
Kelainan Genetik pada Manusia
Autosom = kromosom tubuh (nomor 1–22). Kelainan ini tidak terkait jenis kelamin, sehingga laki-laki dan perempuan memiliki peluang yang sama untuk mengalaminya.
Gonosom = kromosom seks (X dan Y). Kelainan ini lebih sering terjadi pada laki-laki, karena hanya memiliki satu kromosom X. Perempuan dapat menjadi carrier (pembawa sifat) tanpa menunjukkan gejala.
Perempuan memiliki 2 kromosom X (XX), sehingga jika satu alel rusak, alel normal di kromosom X lainnya dapat "menutupi". Laki-laki (XY) hanya punya 1 kromosom X, sehingga alel resesif langsung terekspresi.
Ringkasan
Kesimpulan:
Gregor Mendel menemukan dua hukum fundamental pewarisan sifat melalui percobaan kacang kapri: Hukum Mendel I (Segregasi) menyatakan alel berpisah saat pembentukan gamet (perbandingan 3:1 pada F2 monohibrid), sedangkan Hukum Mendel II (Asortasi Bebas) menyatakan alel dari sifat berbeda berpisah secara independen (perbandingan 9:3:3:1 pada F2 dihibrid). Terdapat pula pengecualian seperti dominansi tidak sempurna (intermediet) yang menghasilkan fenotipe campuran. Pada manusia, sifat diwariskan melalui berbagai pola (poligenik, dominan-resesif, intermediet, multiple alel & kodominan), dan kelainan genetik dapat diturunkan melalui autosom (kromosom tubuh) atau gonosom (kromosom seks).
SOAL LATIHAN
Pilihlah satu jawaban berikut ini yang paling tepat!
Link : Lembar Jawab
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
[XNY = Lk normal], [XCY = Lk buta warna], [XNXN = Pr normal], [XNXC = Pr pembawa], [XCXC = Pr buta warna]
|
[XHY = Lk normal], [XhY = Lk hemofilia], [XHXH = Pr normal], [XHXh = Pr pembawa], [XhXh = Pr hemofilia]
|
No comments:
Post a Comment