Monday, June 15, 2026

Listrik Dinamis 2

💡 Pengantar

Dalam kehidupan sehari-hari, listrik mengalir melalui suatu rangkaian yang disusun secara tertentu. Ada dua jenis rangkaian utama yang umum dipelajari, yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Rangkaian Seri

  • Tidak memiliki percabangan.
  • Arus listrik hanya memiliki satu jalur.
  • Jika satu komponen rusak, seluruh rangkaian mati.
  • Lebih sederhana dan membutuhkan kabel lebih sedikit.
Contoh: Lampu hias model lama dan beberapa jenis senter sederhana.
Rangkaian Paralel

  • Memiliki beberapa cabang.
  • Arus listrik terbagi ke setiap cabang.
  • Jika satu komponen rusak, komponen lain tetap bekerja.
  • Lebih aman dan banyak digunakan dalam instalasi rumah.
Contoh: Instalasi listrik rumah, gedung, dan sekolah.

1. Rangkaian Hambatan Listrik Seri

Karakteristik Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, semua komponen tersusun dalam satu jalur sehingga arus listrik hanya memiliki satu jalan untuk mengalir.

Rangkaian Seri
Sifat Arus dan Tegangan:
  • Arus sama pada setiap komponen.
  • Tegangan terbagi pada setiap hambatan.
  • Arus: I₁ = I₂ = ... = Iₙ
  • Tegangan total: Vₛ = V₁ + V₂ + ... + Vₙ
  • Hambatan pengganti: Rₛ = R₁ + R₂ + ... + Rₙ
Hubungan dengan Hukum Ohm:

Tegangan total rangkaian seri dapat dihitung menggunakan:

Vs = I × Rs

Vs = (I × R1) + (I × R2) + ... + (I × Rn)

📝 Contoh Soal: Rangkaian Seri
Soal Rangkaian Seri

Jika nilai tegangan pada baterai adalah 15 Volt dan hambatan dalam diabaikan, tentukan:

  1. Hambatan pengganti seri pada rangkaian tersebut!
  2. Nilai arus pada I, I1, dan I2!
  3. Tegangan pada V1 dan V2!

2. Rangkaian Hambatan Listrik Paralel

Karakteristik Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, komponen-komponen disusun pada beberapa cabang yang terhubung ke sumber tegangan yang sama. Karena itu, arus listrik dapat mengalir melalui lebih dari satu jalur.

Rangkaian Paralel
Sifat Arus dan Tegangan:
  • Tegangan sama pada setiap cabang.
  • Arus terbagi ke setiap cabang.
  • Tegangan: V₁ = V₂ = ... = Vₙ
  • Arus total: Iₚ = I₁ + I₂ + ... + Iₙ
  • Hambatan pengganti: 1/Rₚ = 1/R₁ + 1/R₂ + ... + 1/Rₙ
Hubungan dengan Hukum Ohm:

Karena tegangan pada setiap cabang sama, maka besar arus pada masing-masing cabang ditentukan oleh hambatannya:

I = V/R

Cabang yang memiliki hambatan lebih kecil akan dialiri arus yang lebih besar, sedangkan cabang dengan hambatan lebih besar akan dialiri arus yang lebih kecil.

📝 Contoh Soal: Rangkaian Paralel
Soal Rangkaian Paralel

Jika hambatan dalam pada rangkaian di atas diabaikan, tentukan:

  1. Hambatan pengganti pada rangkaian tersebut!
  2. Nilai arus pada I, I1, dan I2!
  3. Tegangan pada V1 dan V2!

3. Hukum Kirchhoff I

Hukum Kirchhoff I (Hukum Arus Kirchhoff)

Hukum Kirchhoff I menjelaskan hubungan arus listrik pada titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik.

Persamaan Matematis:
Rumus Hukum Kirchhoff 1
Makna Fisik:
  • Arus listrik tidak dapat hilang di titik percabangan.
  • Arus hanya terbagi ke beberapa cabang lalu bergabung kembali.
  • Hukum ini merupakan bentuk penerapan hukum kekekalan muatan listrik.
Contoh Sederhana:

Jika arus sebesar 8 A masuk ke suatu titik percabangan, kemudian terbagi menjadi dua cabang masing-masing 3 A dan 5 A, maka:

8 A = 3 A + 5 A

Karena jumlah arus masuk sama dengan jumlah arus keluar, maka Hukum Kirchhoff I terpenuhi.

📝 Contoh Soal: Hukum Kirchhoff I

Tentukan besaran dan arah arus pada kawat penghantar X berdasarkan gambar berikut!

Soal Kirchhoff 1

4. Tegangan Jepit

Tegangan jepit adalah beda potensial (tegangan listrik) antara dua ujung sumber tegangan (seperti baterai atau aki) ketika sumber tersebut sedang mengalirkan arus listrik dalam suatu rangkaian tertutup. Dengan kata lain, tegangan jepit adalah tegangan yang sebenarnya digunakan oleh beban dalam rangkaian.

Sebaliknya, gaya gerak listrik (GGL) adalah tegangan maksimum yang dihasilkan oleh sumber listrik ketika tidak ada arus yang mengalir (rangkaian terbuka).

Perbandingan GGL dan Tegangan Jepit
Aspek GGL (ε) Tegangan Jepit (V)
Rangkaian Terbuka Tertutup
Pengukuran Diukur tanpa beban Diukur saat beban terhubung
Pengaruh hambatan dalam (r) Tidak dipengaruhi Dipengaruhi
Nilai Lebih besar Lebih kecil
Hubungan antara GGL dan Tegangan Jepit:
Rumus Tegangan Jepit

untuk menentukan arus:

Rumus Arus dengan Hambatan Dalam
Keterangan:
  • V = tegangan jepit (V)
  • ε = gaya gerak listrik / GGL (V)
  • I = kuat arus listrik (A)
  • r = hambatan dalam sumber tegangan (Ω)
📝 Contoh Soal: Tegangan Jepit
Soal Tegangan Jepit

Berdasarkan gambar di atas tentukan:

  1. Nilai hambatan penggantinya
  2. Nilai arus pada rangkaian (I)
  3. Nilai tegangan jepit
  4. Nilai tegangan yang hilang
  5. Nilai I1, I2, dan I3
  6. Nilai V1, V2, dan V3

Ringkasan

Kesimpulan:

Listrik mengalir melalui rangkaian seri (satu jalur, arus sama, tegangan terbagi, Rₛ = R₁ + R₂) atau rangkaian paralel (bercabang, tegangan sama, arus terbagi, 1/Rₚ = 1/R₁ + 1/R₂). Hukum Kirchhoff I menyatakan bahwa jumlah arus yang masuk ke titik cabang sama dengan jumlah arus yang keluar (kekekalan muatan). Pada sumber tegangan nyata, terdapat hambatan dalam (r), sehingga tegangan jepit (V) yang digunakan beban selalu lebih kecil daripada Gaya Gerak Listrik (GGL / ε) saat rangkaian tertutup, dengan hubungan V = ε - I·r.

SOAL LATIHAN

Pilihlah satu jawaban berikut ini yang paling tepat!

Link : Lembar Jawab

  1. Salah satu ciri khas rangkaian seri adalah ....
    1. semua komponen mendapat tegangan sama
    2. arus bercabang pada tiap titik
    3. jika satu komponen rusak, arus tetap mengalir
    4. arus hanya memiliki satu jalur
  1. Dalam rangkaian seri, besar tegangan total merupakan ....
    1. sama dengan tegangan pada salah satu resistor
    2. lebih kecil dari tegangan pada tiap resistor
    3. jumlah tegangan pada tiap resistor
    4. tidak tergantung pada banyaknya resistor
  1. Dua resistor, R₁ = 4 Ω dan R₂ = 6 Ω, disusun secara seri dan dihubungkan ke baterai 20 V. Besar tegangan pada R₁ yaitu ....
    1. 4 V
    2. 6 V
    3. 8 V
    4. 10 V
  1. Sebuah rangkaian seri diberi tegangan total 24 V. Arus yang mengalir 3 A. Jika salah satu resistor memiliki nilai 2Ω, dan dua resistor lainnya memiliki nilai sama, maka nilai masing-masing resistor yang sama adalah ....
    1. 2 Ω
    2. 3 Ω
    3. 6 Ω
    4. 8 Ω
  1. Sebuah rangkaian seri terdiri dari dua resistor R₁ = 3 Ω dan R₂ = 6 Ω, serta dihubungkan ke bateri 9 V. Jika R₃ = 3 Ω ditambahkan secara seri ke dalam rangkaian, maka ....
    1. arus total meningkat
    2. tegangan pada R₁ meningkat
    3. arus total menurun
    4. tegangan baterai berubah
  1. Dalam rangkaian paralel, tegangan pada setiap cabang adalah ....
    1. berbeda tergantung hambatannya
    2. sama besar dengan tegangan sumber
    3. nol
    4. setengah dari tegangan sumber
  1. Jika salah satu resistor dalam rangkaian paralel terputus, maka ....
    1. arus berhenti di seluruh rangkaian
    2. arus tetap mengalir pada cabang lainnya
    3. semua tegangan menjadi nol
    4. sumber tegangan rusak
  1. Dalam rangkaian paralel, arus total ....
    1. sama dengan arus pada salah satu cabang
    2. lebih kecil dari arus pada tiap cabang
    3. merupakan jumlah arus di tiap cabang
    4. Nol
  1. Dua resistor, R₁ = 4 Ω dan R₂ = 12 Ω, disusun secara paralel dan dihubungkan ke baterai 24 V. Arus yang mengalir pada R₁ yaitu ....
    1. 2 A
    2. 4 A
    3. 6 A
    4. 8 A
  1. Perhatikan gambar rangkaian berikut!
  2. Berdasarkan gambar diatas urutan kuat arus listrik dari nilai yang terkecil yaitu ....

    1. I1, I2, I3, I4
    2. I2, I1, I3, I4
    3. I3, I1, I2, I4
    4. I4, I3, I1, I2
  1. Perhatikan rangkaian berikut ini!
  2. Hambatan pengganti AB pada rangkaian di atas adalah ....

    1. 9,5 Ω
    2. 10,5 Ω
    3. 12,3 Ω
    4. 13,2 Ω
  1. Hambatan pengganti pada rangkaian berikut adalah ....
    1. 32,2 Ohm
    2. 14,2 Ohm
    3. 6 Ohm
    4. 7 Ohm
  1. Tentukan besar arus pada kawat X dan arahnya terhadap titik K!
    1. 5 A masuk ke titik K
    2. 5 A keluar dari titik K
    3. 2 A masuk ke titik K
    4. 2 A keluar dari titik K
  1. Perhatikan rangkaian listrik berikut!
  2. Tentukan nilai arus pada i jika diketahui kuat arus pada L₄ adalah 4 A!

    1. 4 A
    2. 6 A
    3. 8 A
    4. 12 A
  1. Perhatikan gambar rangkaian berikut!
  2. Pernyataan yang tidak tepat berdasarkan gambar di atas adalah ....

    1. Arus pada I adalah 0,7 A
    2. Tegangan yang hilang adalah 0,6 V
    3. Nilai tegangan jepit rangkaian di atas adalah 3,6 V
    4. Tegangan pada hambatan 3 Ω dan 6 Ω bernilai sama, yaitu 3,6 V
    1. 1
    2. 2 dan 4
    3. 2 dan 3
    4. 1 dan 4

No comments:

Post a Comment