💡 Pengantar
Magnet pertama kali dikenal dalam bentuk batu alam yang disebut lodestone, yaitu batu yang mampu menarik benda-benda dari besi. Batu ini ditemukan di daerah Magnesia, sehingga muncul istilah magnet. Pada abad ke-11, bangsa Tiongkok memanfaatkan sifat magnet untuk membuat kompas, yaitu alat penunjuk arah yang sangat membantu pelayaran dan perdagangan antardaerah.
1. Bentuk-Bentuk Magnet
Magnet dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan penggunaannya.
Magnet Batang
Digunakan dalam percobaan sederhana untuk menunjukkan gaya dan medan magnet.
Magnet U (Ladam)
Memiliki gaya magnet yang kuat pada kedua ujungnya dan sering digunakan untuk mengangkat logam.
Magnet Silinder
Banyak digunakan pada sensor, dinamo, dan speaker.
Magnet Cincin
Digunakan pada motor listrik dan pengeras suara.
Magnet Jarum
Digunakan pada kompas untuk menunjukkan arah utara dan selatan.
Magnet Lembaran
Digunakan pada tempelan kulkas, sensor, dan berbagai mainan.
2. Sifat-Sifat Magnet
Magnet memiliki beberapa sifat khas yang membedakannya dari benda lainnya.
1. Memiliki Dua Kutub
Setiap magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (N) dan kutub selatan (S). Jika magnet dipotong menjadi beberapa bagian, setiap potongan tetap memiliki kedua kutub tersebut.
2. Kutub Sejenis Tolak-Menolak
Kutub utara akan menolak kutub utara lainnya, begitu pula kutub selatan dengan kutub selatan. Sebaliknya, kutub utara dan kutub selatan akan saling tarik-menarik.
3. Dapat Menarik Benda Tertentu
Magnet hanya dapat menarik benda yang terbuat dari bahan feromagnetik, seperti besi, baja, nikel, dan kobalt.
4. Memiliki Medan Magnet
Di sekitar magnet terdapat medan magnet. Garis-garis medan magnet digambarkan keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan.
5. Sifat Magnet Dapat Hilang
Magnet dapat kehilangan sifat kemagnetannya karena: dipukul atau dijatuhkan berulang kali, dipanaskan hingga suhu tertentu, atau disimpan tidak sesuai/terkena medan magnet yang berlawanan.
3. Kekuatan Magnet
Kekuatan magnet dipengaruhi oleh susunan magnet elementer (atau domain magnetik) di dalam suatu bahan. Magnet elementer adalah bagian-bagian kecil dalam bahan magnet yang memiliki sifat seperti magnet kecil dengan kutub utara dan kutub selatan.
A. Magnet elementer tersusun acak B. Magnet elementer tersusun teratur
Pada bahan seperti besi dan baja, magnet elementer dapat disusun menjadi lebih teratur melalui proses induksi. Ketika sebagian besar magnet elementer mengarah ke arah yang sama, bahan tersebut menjadi magnet atau memiliki sifat kemagnetan.
Sebaliknya, pada benda yang tidak bersifat magnet, magnet elementer tersusun secara acak sehingga medan magnet yang dihasilkan saling meniadakan. Akibatnya, benda tersebut tidak menunjukkan sifat kemagnetan.
4. Klasifikasi Benda Berdasarkan Sifat Magnetiknya
Berdasarkan responsnya terhadap medan magnet, benda dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.
| Jenis Benda | Respons terhadap Magnet | Contoh | Karakteristik |
|---|---|---|---|
| Feromagnetik | Ditarik kuat oleh magnet | Besi, baja, nikel, kobalt | Magnet elementernya mudah tersusun searah sehingga dapat dimagnetkan dan bahkan menjadi magnet permanen. |
| Paramagnetik | Ditarik lemah oleh magnet | Aluminium, platina, magnesium | Sebagian magnet elementernya dapat mengikuti arah medan magnet, tetapi pengaruhnya tidak kuat. |
| Diamagnetik | Sangat lemah ditolak oleh magnet | Tembaga, emas, air, kayu, plastik, bismut | Tidak memiliki susunan magnet elementer yang mudah diarahkan, sehingga cenderung menolak medan magnet dengan sangat lemah. |
5. Cara Membuat Magnet
Magnet dapat dibuat dengan beberapa cara, yaitu melalui gosokan, induksi, dan arus listrik (elektromagnetik).
1. Cara Gosokan
- Besi atau baja digosok berulang kali menggunakan satu kutub magnet permanen.
- Gosokan dilakukan dalam satu arah secara terus-menerus.
- Magnet elementer menjadi tersusun searah sehingga benda berubah menjadi magnet.
2. Cara Induksi
- Besi atau baja didekatkan ke magnet tanpa harus digosok.
- Medan magnet menyebabkan magnet elementer dalam besi menjadi lebih teratur.
- Ujung yang dekat dengan magnet akan menjadi kutub yang berlawanan dengan kutub magnet yang mendekatinya.
3. Cara Elektromagnetik
- Kawat dililitkan pada inti besi lalu dialiri arus listrik.
- Arus listrik menghasilkan medan magnet yang membuat inti besi menjadi magnet sementara.
- Semakin banyak lilitan dan semakin besar arus listrik, semakin kuat elektromagnet yang dihasilkan.
| Cara | Prinsip | Magnet yang Dihasilkan |
|---|---|---|
| Gosokan | Menyusun magnet elementer dengan gosokan searah | Cenderung permanen |
| Induksi | Pengaruh medan magnet dari magnet lain | Sementara / permanen lemah |
| Elektromagnetik | Pengaruh arus listrik pada kumparan | Sementara (selama ada arus) |
6. Teori Kemagnetan Bumi
Bumi dapat dianggap sebagai magnet raksasa karena memiliki medan magnet yang dihasilkan oleh pergerakan logam cair, terutama besi dan nikel, di inti luarnya. Gerakan logam cair tersebut menghasilkan arus listrik yang kemudian membentuk medan magnet Bumi melalui proses yang disebut geodynamo.
Medan magnet Bumi memiliki peranan penting dalam kehidupan. Selain membantu navigasi menggunakan kompas, medan magnet juga berfungsi melindungi Bumi dari partikel bermuatan dan radiasi berbahaya yang berasal dari Matahari.
Arah yang ditunjukkan oleh jarum kompas tidak selalu tepat sama dengan arah utara geografis. Perbedaan antara arah utara geografis dan arah utara magnetik ini menimbulkan suatu sudut yang disebut sudut deklinasi.
Selain deklinasi, terdapat pula sudut inklinasi, yaitu sudut yang dibentuk oleh arah medan magnet Bumi terhadap bidang horizontal (permukaan datar).
Di sekitar khatulistiwa, garis medan magnet hampir sejajar dengan permukaan Bumi sehingga sudut inklinasi mendekati 0°. Sebaliknya, di dekat kutub magnet Bumi, garis medan magnet hampir tegak lurus terhadap permukaan Bumi sehingga sudut inklinasi mendekati 90°.
Ringkasan
Kesimpulan:
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda feromagnetik (seperti besi, baja, nikel, kobalt). Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) di mana kutub sejenis tolak-menolak dan kutub berbeda tarik-menarik. Sifat kemagnetan bergantung pada keteraturan susunan magnet elementer. Benda dapat dimagnetkan melalui gosokan, induksi, atau elektromagnetik. Bumi sendiri bertindak sebagai magnet raksasa dengan kutub magnet yang berlawanan dengan kutub geografisnya, menghasilkan fenomena deklinasi (sudut antara utara geografis dan magnetik) serta inklinasi (sudut medan magnet terhadap bidang horizontal).
SOAL LATIHAN
Pilihlah satu jawaban berikut ini yang paling tepat!
Link : Lembar Jawab
|
|
|
|
|
Bagian magnet yang memiliki gaya magnet paling kuat ditunjukkan oleh nomor …. |
|
Jika R adalah kutub utara magnet, kutub Q dan R tolak-menolak sedangkan kutub S dan T tarik-menarik maka jenis kutub magnet P dan U adalah …. |
Berdasarkan gambar tersebut pernyataan yang benar untuk kutub-kutub yang tandai huruf adalah …. |
|
|
|
|
Kemudian perhatikan pernyataan berikut! Pernyataan yang benar adalah .... |
Gambar di atas menunjukkan dua batang besi identik yang dicat warna hijau dan hitam sedang digosok dengan magnet batang permanen. Batang besi hijau digosok dua kali lebih lama dibanding batang besi hitam. Pernyataan yang benar ketika batang besi hijau didekatkan pada batang besi hitam dengan membalik arah kanan kirinya adalah .... |




No comments:
Post a Comment