Thursday, June 11, 2026

Sistem Pencernaan Manusia

💡 Pengantar:

Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan zat makanan yang tidak dapat langsung diserap oleh tubuh. Sehingga zat-zat tersebut perlu dipecah di dalam tubuh menjadi bentuk yang lebih sederhana melalui proses pencernaan.

Jenis-Jenis Pencernaan:
Pencernaan Mekanik

Proses pencernaan yang melibatkan pemecahan makanan secara fisik menjadi potongan-potongan yang lebih kecil tanpa mengubah struktur kimianya.

Contoh: Mengunyah makanan di mulut dan gerakan peristaltik di lambung maupun usus.

Pencernaan Kimiawi

Proses pencernaan yang mengubah zat makanan kompleks menjadi zat yang lebih sederhana dengan bantuan enzim.

Contoh: Protein dipecah menjadi zat yang lebih sederhana oleh enzim pepsin di lambung.

📋 Alat Pencernaan Manusia:

Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan di dalam tubuh. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

Organ Penyusun Sistem Pencernaan:
Saluran Pencernaan

Organ yang dilalui makanan selama proses pencernaan.

Mulut Kerongkongan Lambung Usus Halus Usus Besar Anus
Kelenjar Pencernaan

Organ yang menghasilkan enzim atau cairan pencernaan untuk membantu mencerna makanan.

Kelenjar Ludah Getah Lambung Hati Pankreas

A. Organ-Organ Pencernaan

1. Mulut

Di dalam mulut terjadi pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan makanan di dalam mulut, diantaranya gigi, lidah, dan kelenjar ludah.

Gigi

Berfungsi untuk memotong, mengoyak, dan mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus.

Lidah

Berfungsi untuk mengaduk makanan dalam rongga mulut dan membantu mendorong makanan. Selain itu lidah juga berperan sebagai indera pengecap.

Kelenjar Ludah

Terdiri dari kelenjar parotis, submandibularis, dan sublingualis. Menghasilkan ludah/saliva yang berfungsi membasahi dan melumasi makanan.

Enzim ptialin (amilase): Mengubah amilum menjadi gula sederhana.

2. Kerongkongan (Esofagus)

Di bagian belakang mulut terdapat dua saluran, yaitu tenggorokan (saluran napas) yang menyalurkan udara ke paru-paru dan kerongkongan (saluran cerna) yang mengalirkan makanan ke lambung. Di antara kedua saluran tersebut terdapat epiglotis, yaitu katup kecil berbentuk seperti daun yang terletak di pangkal lidah, tepat di atas laring (pangkal tenggorokan).

Fungsi Epiglotis

Fungsi Epiglotis saat Menelan

Mekanisme di Kerongkongan:
  • Saat kita menelan, epiglotis akan menutup tenggorokan agar makanan tidak masuk ke saluran napas.
  • Makanan kemudian masuk ke esofagus, yaitu saluran berotot yang mendorong makanan menuju lambung. Lapisan lendir pada esofagus membantu makanan meluncur dengan mudah.
  • Otot-otot esofagus berkontraksi secara bergantian dalam gerakan yang disebut gerak peristaltik, sehingga makanan terdorong menuju lambung.
3. Lambung

Lambung terdiri dari tiga bagian yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah (fundus), dan bagian bawah (pilorus). Pada bagian ujung kardiak dan pilorus terdapat klep atau sfingter yang mengatur keluar masuk makanan di dalam lambung.

Pencernaan di Lambung:
  • Pencernaan mekanik: Dilakukan oleh otot polos yang melapisi dinding lambung.
  • Pencernaan kimiawi: Dibantu oleh getah lambung yang bersifat asam.
Zat dan Enzim pada Lambung:
Asam Klorida (HCl)

Membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.

Pepsin

Memecah protein menjadi pepton.

🥛 Renin

Menggumpalkan protein susu (kasein) yang terdapat dalam susu. Lebih umum ditemukan dalam lambung bayi.

4. Usus Halus

Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Di dalam usus halus terjadi pencernaan kimiawi yang paling lama dibandingkan organ-organ pencernaan lainnya.

1️⃣ Duodenum

Usus dua belas jari. Tempat bermuaranya saluran getah pankreas dan saluran empedu.

2️⃣ Jejunum

Usus kosong. Tempat penyerapan sari makanan.

3️⃣ Ileum

Usus penyerapan. Tempat utama penyerapan sari makanan.

Enzim Pankreas:

Pankreas menghasilkan beberapa enzim yang membantu proses pencernaan makanan:

Amilase

Mengubah amilum (zat tepung) menjadi gula yang lebih sederhana.

Lipase

Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Tripsin

Mengubah protein dan pepton menjadi asam amino.

Empedu (dihasilkan Hati):

Empedu mengandung garam-garam empedu (berfungsi mengemulsikan lemak) dan zat warna empedu/bilirubin (memberikan warna pada feses).

Enzim yang Dihasilkan Dinding Usus Halus:
Enzim Fungsi
Maltase Mengubah maltosa menjadi glukosa
Laktase Mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
Sukrase Mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
Tripsin Mengubah pepton menjadi asam amino
Enterokinase Mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin
Penyerapan Sari Makanan:

Glukosa, asam amino, asam lemak, dan gliserol merupakan hasil pencernaan makanan yang dapat diserap oleh tubuh. Proses penyerapan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerapan.

Vili (jonjot usus): Memperluas area penyerapan usus halus sehingga sari-sari makanan dapat terserap lebih banyak dan lebih cepat. Dinding vili banyak mengandung pembuluh kapiler darah dan pembuluh kil.

  • Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral → diserap melalui pembuluh kapiler darah
  • Asam lemak dan gliserol → diangkut melalui pembuluh kil
5. Usus Besar

Usus besar terdiri dari bagian yang naik (mulai dari usus buntu), bagian mendatar, bagian menurun, dan berakhir pada rektum. Rektum merupakan bagian akhir dari usus besar yang berfungsi menyimpan sementara sisa makanan (feses) sebelum dikeluarkan melalui anus.

Bakteri Escherichia coli

Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli yang membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses dan menghasilkan vitamin K.

Fungsi Utama Usus Besar

Menyerap air dari sisa makanan yang telah dicerna oleh usus halus. Sehingga sisa-sisa makanan menjadi bentuk padat (feses) kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui anus.

B. Gangguan pada Sistem Pencernaan

Beberapa penyakit dan gangguan umum yang memengaruhi sistem pencernaan manusia:

1. GERD

Gastroesophageal Reflux Disease — gangguan ketika asam lambung naik ke kerongkongan karena katup antara lambung dan esofagus tidak menutup sempurna.

  • Gejala: Rasa panas di dada (heartburn), mual, rasa asam di mulut
  • Penyebab: Makan berlebihan, tidur setelah makan, makanan berlemak/pedas
  • Pencegahan: Makan porsi kecil tapi sering, hindari berbaring setelah makan
2. Borok Lambung (PUD)

Peptic Ulcer Disease — luka pada dinding lambung atau duodenum akibat asam lambung berlebih atau infeksi bakteri Helicobacter pylori.

  • Gejala: Nyeri perut atas, mual, muntah, hilang nafsu makan
  • Penyebab: Infeksi H. pylori, obat pereda nyeri jangka panjang, stres
  • Pencegahan: Makan teratur, hindari stres, batasi obat pereda nyeri
3. Penyakit Celiac

Gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap gluten sehingga merusak lapisan usus halus.

  • Gejala: Perut kembung, diare, berat badan turun, anemia
  • Penyebab: Reaksi imun terhadap gluten pada individu dengan kecenderungan genetik
  • Pencegahan: Hindari makanan mengandung gluten (roti, pasta, gandum)
4. Intoleransi Laktosa

Ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa karena kekurangan enzim laktase di usus halus.

  • Gejala: Perut kembung, diare, kram setelah minum susu
  • Penyebab: Kekurangan enzim laktase (genetik atau karena usia)
  • Pencegahan: Batasi produk susu atau gunakan susu bebas laktosa
5. Sembelit (Konstipasi)

Kesulitan buang air besar akibat tinja keras atau pergerakan usus lambat.

  • Gejala: BAB jarang, perut penuh, tinja kering dan keras
  • Penyebab: Kurang serat, kurang air, menahan BAB, kurang aktivitas
  • Pencegahan: Banyak makan serat, minum cukup air, rutin berolahraga
6. Diare

Buang air besar dengan tinja encer lebih dari tiga kali sehari.

  • Gejala: Tinja cair, perut mulas, dehidrasi
  • Penyebab: Infeksi bakteri/virus, makanan terkontaminasi, alergi makanan
  • Pencegahan: Jaga kebersihan makanan, minum air bersih, konsumsi oralit saat diare

Ringkasan

✨ Kesimpulan:

Sistem pencernaan manusia terdiri dari saluran pencernaan (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus) dan kelenjar pencernaan (kelenjar ludah, hati, pankreas). Pencernaan terjadi secara mekanik (fisik) dan kimiawi (dengan enzim). Setiap organ memiliki fungsi spesifik: mulut (ptialin), lambung (HCl, pepsin, renin), usus halus (amilase, lipase, tripsin, maltase, laktase, sukrase, enterokinase), dengan penyerapan sari makanan melalui vili. Usus besar menyerap air dan dibantu bakteri E. coli. Gangguan pencernaan meliputi GERD, borok lambung, penyakit celiac, intoleransi laktosa, sembelit, dan diare.

SOAL LATIHAN

Pilihlah satu jawaban berikut ini yang paling tepat!

Link : Lembar Jawab

  1. Perubahan ukuran makanan dari susunan yang kompleks menjadi susunan yang lebih sederhana dengan bantuan enzim sehingga zat makanan tersebut dapat terserap tubuh merupakan pengertian dari pencernaan ....
    1. mekanik
    2. kimiawi
    3. internal
    4. eksternal
  1. Fungsi incisivus (gigi seri) adalah ….
    1. mencabik makanan
    2. memotong makanan
    3. melumatkan makanan
    4. merobek makanan
  1. Hafidz mengunyah roti tawar dan lama kelamaan terasa manis, hal tersebut diakibatkan dalam air liur terdapat enzim ….
    1. renin
    2. ptialin
    3. tripsin
    4. pepsin
  1. Perhatikan beberapa kelanjar di bawah ini:
    1. Kelenjar submaksila/Kelenjar submandibular
    2. Kelanjar parotis
    3. Kelenjar sublingual

    Saliva yang terlibat dalam sistem pencernaan dihasilkan oleh kelenjar ….

    1. 1 dan 2
    2. 2 dan 3
    3. 1 dan 3
    4. 1, 2, dan 3
  1. Pada proses pencernaan, makanan dapat mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi tetapi dalam organ tertentu makanan tersebut tidak mengalami baik secara mekanik maupun kimia. Organ tersebut adalah ….
    1. lambung
    2. ileum
    3. esofagus
    4. trakea
  1. Asam lambung atau HCl merupakan salah satu zat yang disekresikan lambung, berfungsi untuk ….
    1. membantu mencerna makanan menjadi partikel yang lebih kecil
    2. membantu kerja enzim pada usus halus
    3. membunuh bakteri atau bibit penyakit
    4. mengaktifkan pepsin menjadi pepsinogen
  1. Muara dari saluran empedu dan getah pankreas berada di ....
    1. lambung
    2. usus besar
    3. usus dua belas jari
    4. anus
  1. Enzim yang dihasilkan oleh getah pankreas yang berfungsi untuk memecah pepton menjadi asam amino adalah ….
    1. ptyalin
    2. amilase
    3. pepsin
    4. tripsin
  1. Berikut ini enzim yag dihasilkan oleh pankreas adalah ….
    1. tripsin, amilase, lipase
    2. pepsin, HCl, renin
    3. amilase, tripsin, pepsin
    4. pepton, HCl, renin
  1. Peran liver (hati) dalam sistem pencernaan adalah ….
    1. memproduksi enzim amilase
    2. memproduksi getah
    3. memproduksi cairan empedu
    4. memproduksi enzim profase
  1. Berikut ini yang bukan bagian dari usus halus adalah ….
    1. kolon
    2. ileum
    3. jejunum
    4. duodenum
  1. Hasil pencernaan berupa asam lemak dan gliserol akan diserap oleh ….
    1. cairan empedu
    2. cairan tubuh
    3. pembuluh darah dalam usus
    4. pembuluh kil
  1. Proses pengaturan kadar air dalam sistem pencernaan terjadi pada ….
    1. usus dua belas jari
    2. usus besar
    3. usus halus
    4. lambung
  1. Penyakit dalam sistem pencernaan karena kurang mengonsumsi makanan yang berserat sehingga feses menuju usus besar menjadi lambat disebut dengan ….
    1. GERD
    2. diare
    3. konstipasi
    4. gastritis
  1. Pada organ ini, protein dicerna baik secara mekanik maupun secara kimiawi. Organ pencernaan yang dimaksud adalah ....
    1. lambung
    2. usus halus
    3. usus Besar
    4. rongga mulut









No comments:

Post a Comment