💡 Pengantar:
Pada sistem peredaran darah manusia, sari-sari makanan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Sari-sari makanan merupakan bahan baku untuk menghasilkan energi, terutama pada sel-sel yang membutuhkannya melalui reaksi pembakaran.
Glukosa + Oksigen → Karbon Dioksida + Air + Energi
Energi yang dihasilkan pada proses pembakaran digunakan untuk aktivitas hidup, misalnya bergerak, pertumbuhan atau mempertahankan panas tubuh. Reaksi pembakaran makanan terjadi di dalam sel. Reaksi ini disebut juga respirasi internal yang selalu membutuhkan oksigen, sehingga oksigen harus tetap tersedia di dalam tubuh. Oksigen masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara alat-alat pernapasan.
A. Alat-alat Pernapasan Manusia
Alat-alat pernapasan manusia terdiri dari rongga hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).
Sistem Pernapasan Manusia
Udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mulut. Jika melalui rongga hidung, udara yang masuk akan mengalami 3 proses:
- Penyaringan
- Penyesuaian suhu
- Pengaturan kelembaban
Penyaringan dilakukan oleh rambut dan selaput lendir. Selaput lendir dan pembuluh darah berfungsi melembabkan dan menyesuaikan suhu udara yang masuk agar sesuai dengan suhu udara dalam paru-paru.
Faring (Tekak)
Jalan masuk udara dan makanan. Terdapat tonsil (amandel) yang berperan dalam pertahanan tubuh.
Laring (Pangkal Tenggorokan)
Terdapat epiglotis dan pita suara. Saat menelan, epiglotis menutup saluran pernapasan.
Trakea (Batang Tenggorokan)
Tersusun atas cincin tulang rawan dan otot polos. Dilapisi sel epitel bersilia dan selaput lendir. Silia berfungsi menyaring udara.
3. Bronkus dan Paru-paru
Bronkus merupakan percabangan trakea, yang satu menuju paru-paru kiri dan yang lain menuju paru-paru kanan.
Paru-paru Kanan
Terdiri dari 3 gelambir (lobus)
Paru-paru Kiri
Terdiri dari 2 gelambir (lobus)
Paru-paru dilapisi selaput tipis yang disebut pleura. Di dalam paru-paru, bronkus bercabang-cabang lagi membentuk bronkiolus dan selanjutnya menjadi pembuluh halus yang berakhir pada alveolus (gelembung paru-paru).
Alveolus - Tempat Pertukaran Gas:
Dinding alveolus sangat tipis dan elastis, terdiri dari selapis sel yang diliputi pembuluh-pembuluh kapiler darah. Pada alveolus terjadi pertukaran gas oksigen dan karbondioksida secara difusi, yang disebut sebagai respirasi eksternal.
B. Mekanisme Pernapasan Manusia
Pada saat bernapas terjadi inspirasi (proses masuknya udara ke dalam paru-paru) dan ekspirasi (proses keluarnya udara dari paru-paru). Mekanisme pernapasan pada manusia dapat dibedakan menjadi pernapasan dada dan pernapasan perut.
Melibatkan aktivitas otot antar tulang rusuk.
Inspirasi (Udara Masuk)
- Otot antar tulang rusuk berkontraksi
- Tulang rusuk terangkat
- Volume rongga dada membesar
- Tekanan udara dalam paru-paru menurun
- Udara masuk ke paru-paru
Ekspirasi (Udara Keluar)
- Otot antar tulang rusuk relaksasi
- Tulang rusuk kembali ke posisi semula
- Volume rongga dada mengecil
- Tekanan udara dalam paru-paru meningkat
- Udara keluar dari paru-paru
Melibatkan aktivitas otot diafragma.
Inspirasi (Udara Masuk)
- Diafragma berkontraksi dan mendatar
- Volume rongga dada membesar
- Tekanan udara dalam paru-paru menurun
- Udara masuk ke paru-paru
Ekspirasi (Udara Keluar)
- Diafragma relaksasi dan melengkung ke atas
- Volume rongga dada mengecil
- Tekanan udara dalam paru-paru meningkat
- Udara keluar dari paru-paru
C. Volume Udara Pernapasan
Volume udara pernapasan merupakan jumlah udara pernapasan yang masuk dan keluar melalui sistem pernapasan. Jenis-jenis volume udara pernapasan diantaranya:
📊 Jenis-jenis Volume Udara Pernapasan:
| Volume Udara | Keterangan | Volume |
|---|---|---|
| 💨 Udara Tidal | Volume udara pernapasan biasa | 500 mL |
| ➕ Udara Komplementer | Volume udara yang masih dapat masuk secara maksimal ke paru-paru setelah melakukan inspirasi biasa pada pernapasan tidal | 1500 mL |
| ➖ Udara Suplementer | Volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal dari paru-paru setelah melakukan pernapasan biasa | 1500 mL |
| 🔄 Udara Residu | Volume udara yang masih tersisa dalam paru-paru | 1000 mL |
| ⚡ Kapasitas Vital | Jumlah volume udara tidal + komplementer + suplementer | 3500 mL |
| 🌬️ Kapasitas Total Paru-paru | Jumlah volume udara residu + kapasitas vital paru-paru | 4500 mL |
D. Bahaya Rokok
Rokok mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh diantaranya tar, karbon monoksida, dan nikotin.
Zat berwarna hitam dan sedikit lengket ketika rokok dibakar. Tar dapat menempel pada silia trakea, bronkus, dan jalur pernapasan sehingga silia menggumpal dan tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga termasuk bahan yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker).
Gas yang tidak berbau dan berwarna. Memiliki daya ikat yang lebih tinggi dengan hemoglobin dibandingkan oksigen. Sehingga gas ini dapat mengganggu pengangkutan oksigen dalam tubuh dan menimbulkan keracunan tanpa disadari, hingga kematian jika terakumulasi dalam jumlah yang banyak.
Zat adiktif yang bersifat stimulan. Dapat menimbulkan kecanduan dan meningkatkan kinerja organ tubuh, ditandai dengan detak jantung yang lebih kencang dan meningkatnya tekanan darah. Zat inilah yang menyebabkan seseorang sulit untuk berhenti merokok.
⚠️ Bahaya Perokok Pasif:
Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok dari lingkungan sekitarnya. Asap yang dihirup mengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya, termasuk tar dan karbon monoksida. Akibatnya, perokok pasif memiliki risiko tinggi terkena penyakit paru-paru, gangguan jantung, dan kanker, terutama pada anak-anak dan ibu hamil.
E. Penyakit Akibat Rokok
Rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida. Zat-zat ini dapat merusak organ tubuh terutama sistem pernapasan dan peredaran darah. Berikut beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan akibat kebiasaan merokok:
Peradangan pada bronkus (saluran udara menuju paru-paru) akibat iritasi dari asap rokok. Dinding bronkus menghasilkan lendir berlebih sehingga menyebabkan batuk, sesak napas, dan nyeri dada.
Terjadi ketika lemak dan plak menumpuk di dinding arteri. Nikotin dan karbon monoksida mempercepat kerusakan arteri, menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.
Zat tar dalam rokok bersifat karsinogenik (pemicu kanker) yang dapat merusak jaringan paru-paru. Ditandai dengan batuk kronis, sesak napas, dan penurunan berat badan drastis.
Terjadi ketika karbon monoksida dari asap rokok menggantikan oksigen yang seharusnya diikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing, sesak, bahkan kematian.
Menyebabkan kerusakan pada alveolus (kantung udara paru-paru) akibat paparan asap rokok. Akibatnya paru kehilangan elastisitas, penderita sulit bernapas, dan paru-paru membesar permanen.
Ringkasan
✨ Kesimpulan:
Sistem pernapasan manusia terdiri dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru (dengan alveolus sebagai tempat pertukaran gas). Mekanisme pernapasan dibedakan menjadi pernapasan dada (otot antar tulang rusuk) dan pernapasan perut (otot diafragma), masing-masing dengan fase inspirasi dan ekspirasi. Volume udara pernapasan meliputi udara tidal (500 mL), komplementer (1500 mL), suplementer (1500 mL), dan residu (1000 mL), dengan kapasitas vital 3500 mL dan kapasitas total paru-paru 4500 mL. Rokok mengandung zat berbahaya (tar, karbon monoksida, nikotin) yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti bronkitis, aterosklerosis, kanker paru-paru, asfiksia, dan emfisema. Perokok pasif juga memiliki risiko tinggi terkena penyakit yang sama.
SOAL LATIHAN
Pilihlah satu jawaban berikut ini yang paling tepat!
Link : Lembar Jawab
|
|
|
Bagian-bagian organ pernapasan yang tidak berhubungan langsung dengan kapiler darah adalah …. |
|
|
|
|
|
|
Jika volume udara yang masih tersisa di paru-paru Ahmad sebesar 1000 mL, maka besarnya kapasitas vital paru-paru Ahmad adalah …. |
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment