Monday, July 27, 2026

Komponen, Profil, dan Sifat Tanah

1. Komponen Tanah

Tanah bukan hanya terdiri atas butiran batuan. Di dalam tanah terdapat empat komponen utama yang saling melengkapi:

🪨
Mineral

±45%
Berasal dari pelapukan batuan induk.

💧
Air

±25%
Dibutuhkan oleh tumbuhan dan makhluk hidup tanah.

💨
Udara

±25%
Mengisi pori-pori tanah agar akar dan organisme dapat bernapas.

🍂
Bahan Organik (Humus)

±5%
Berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang membusuk.

2. Profil Tanah

Tanah tersusun atas beberapa lapisan yang disebut horizon tanah. Susunan horizon dari permukaan hingga kedalaman sekitar 1,5–2 meter disebut profil tanah. Setiap horizon memiliki warna, kandungan, dan fungsi yang berbeda.

Horizon O (Lapisan Organik)
  • Biasanya merupakan lapisan paling atas.
  • Kaya akan humus sehingga berwarna gelap.
  • Di beberapa tempat, lapisan ini dapat hilang akibat erosi.
Horizon A (Topsoil / Tanah Atas)
  • Terletak di bawah horizon O, mengandung campuran humus dan mineral.
  • Menjadi tempat tumbuh sebagian besar akar tanaman.
  • Banyak dihuni mikroorganisme, cacing, dan makhluk hidup lainnya.
  • Merupakan lapisan yang paling baik untuk pertanian.
Horizon B (Subsoil / Tanah Bawah)
  • Mengandung lebih banyak mineral dan lebih sedikit humus dibandingkan horizon A.
  • Berwarna lebih terang daripada horizon A.
  • Tanah lebih padat sehingga hanya akar tanaman yang besar yang mampu menembusnya.
Horizon C
  • Tersusun atas batuan induk yang sedikit mengalami pelapukan.
  • Hampir tidak mengandung humus dan sulit ditembus akar tanaman.
Horizon R (Bedrock)
  • Merupakan lapisan paling bawah.
  • Tersusun atas batuan keras yang belum mengalami pelapukan.
Profil Tanah

Gambar: Ilustrasi Lapisan Profil Tanah

Ringkasan Profil Tanah
Horizon Ciri-ciri Utama
O Kaya akan sisa-sisa organisme (bahan organik)
A Tanah atas (Topsoil), kaya unsur hara, tempat akar tumbuh
B Kaya mineral, lebih padat (Subsoil)
C Batuan yang sedikit mengalami pelapukan
R Batuan induk yang keras (Bedrock)

3. Sifat-sifat Tanah

Sifat tanah menentukan tingkat kesuburan dan pemanfaatannya untuk pertanian, perkebunan, maupun pembangunan.

A. Tekstur Tanah

Tekstur tanah ditentukan oleh ukuran butiran penyusunnya.

🏖️ Tanah Berpasir
  • Memiliki butiran paling besar dan bertekstur kasar.
  • Air cepat meresap melalui pori-pori besar sehingga tanah cepat kering.
  • Unsur hara lebih mudah tercuci oleh air.
🧱 Tanah Liat
  • Memiliki butiran paling halus, bertekstur lembut dan padat.
  • Air masuk lebih lambat, tetapi dapat disimpan lebih lama.
  • Jika terlalu padat, akar tanaman sulit menembus tanah.
💨 Tanah Debu
  • Memiliki ukuran butiran di antara pasir dan liat.
  • Mampu menyimpan air lebih baik daripada tanah berpasir.
  • Teksturnya lembut seperti tepung saat disentuh.
🌱 Tanah Lempung (Loam) — Tanah Ideal untuk Pertanian

Di alam, sebagian besar tanah merupakan campuran dari pasir, debu, dan liat. Campuran yang seimbang dari ketiga jenis tanah tersebut disebut tanah lempung (loam).

Tanah lempung merupakan jenis tanah yang sangat baik untuk pertanian karena mampu menyimpan air dan unsur hara dengan optimal, tetapi tetap memiliki drainase yang baik sehingga akar tanaman tidak mudah membusuk. Komposisi ideal tanah lempung adalah sekitar 40% pasir, 40% debu, dan 20% liat.

B. Warna dan Suhu Tanah
🎨 Petunjuk dari Warna Tanah

Warna tanah dapat memberikan petunjuk tentang kandungan bahan organik dan mineral di dalamnya.

Warna Ciri-ciri
Hitam Kaya bahan organik (humus), umumnya paling subur.
Cokelat Mengandung cukup banyak bahan organik sehingga cukup subur.
Merah Banyak mengandung senyawa besi.
Kuning Mengandung senyawa besi, tetapi kandungan unsur haranya lebih sedikit dibanding tanah merah.
Abu-abu Umumnya banyak mengandung pasir sehingga kurang mampu menyimpan air.
Putih Umumnya mengandung kapur (kalsium karbonat) sehingga unsur haranya rendah.

Catatan: Semakin gelap warna tanah, semakin tinggi kandungan bahan organiknya (kecuali tanah gambut yang sangat gelap tetapi bersifat sangat asam).

🌡️ Suhu Tanah

Suhu tanah memengaruhi aktivitas mikroorganisme yang menguraikan bahan organik menjadi unsur hara.

  • Suhu Ideal: 18–30°C bagi sebagian besar mikroorganisme tanah.
  • Suhu Ekstrem: Di atas 40°C atau di bawah 10°C, aktivitas mikroorganisme menurun, sehingga proses pembentukan unsur hara menjadi lebih lambat.
C. Keasaman Tanah (pH)

Keasaman tanah menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan tanah. Nilai pH sangat memengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Jenis Tanah Nilai pH Ciri-ciri
Tanah Asam < 6,5 Umumnya terdapat di daerah dengan curah hujan tinggi.
Tanah Netral 6,5 – 7,5 Kondisi terbaik bagi sebagian besar tanaman karena unsur hara mudah diserap.
Tanah Basa > 7,5 Umumnya terdapat di daerah yang kering dengan curah hujan rendah.

Ringkasan

📝 Kesimpulan

Tanah tersusun atas mineral, air, udara, dan bahan organik. Tanah juga memiliki lima horizon utama, yaitu O, A, B, C, dan R, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Selain itu, sifat tanah seperti tekstur, warna, suhu, dan pH sangat memengaruhi kemampuan tanah menyimpan air, menyediakan unsur hara, dan mendukung pertumbuhan tanaman.

SOAL LATIHAN

Pilihlah satu jawaban berikut ini yang paling tepat!

Link : Lembar Jawab

  1. Komponen utama pembentuk tanah yang memiliki persentase terbesar (±45%) adalah ....
    1. udara
    2. air
    3. mineral
    4. bahan organik
  1. Lapisan tanah yang tersusun atas serasah daun dan sisa organisme yang sedang mengalami penguraian disebut ....
    1. Horizon A
    2. Horizon B
    3. Horizon C
    4. Horizon O
  1. Jenis tanah apakah yang dianggap paling ideal untuk lahan pertanian?
    1. tanah liat
    2. tanah debu
    3. tanah berpasir
    4. tanah lempung (loam)
  1. Udara menempati sekitar 25% dari komponen tanah. Fungsi utama udara di dalam pori-pori tanah adalah ....
    1. membantu pelapukan batuan induk
    2. agar akar dan organisme tanah dapat bernapas
    3. menyimpan cadangan air saat musim kemarau
    4. menurunkan suhu tanah menjadi lebih dingin
  1. . Perbedaan utama antara Topsoil dan Subsoil adalah ....
    1. Subsoil memiliki lebih banyak humus daripada Topsoil
    2. Topsoil tersusun atas batuan keras yang belum melapuk
    3. Subsoil mengandung lebih banyak mineral, lebih padat, dan lebih sedikit humus
    4. Topsoil lebih terang warnanya dibandingkan Subsoil
  1. Mengapa tanah berpasir kurang baik dalam menyimpan unsur hara?
    1. Karena butirannya terlalu halus sehingga air tergenang
    2. Karena air cepat meresap melalui pori-pori besar, sehingga unsur hara mudah tercuci
    3. Karena terlalu banyak mengandung senyawa besi
    4. Karena suhunya selalu di atas 40°C
  1. Warna tanah dapat menjadi petunjuk kandungan di dalamnya. Tanah yang berwarna putih umumnya mengindikasikan ....
    1. Kaya akan humus dan sangat subur
    2. Mengandung banyak senyawa besi
    3. Banyak mengandung pasir
    4. Mengandung kapur (kalsium karbonat) dan miskin unsur hara
  1. Tanah lempung (loam) memiliki kemampuan optimal dalam menahan air dan memiliki drainase yang baik. Komposisi ideal dari tanah lempung adalah ....
    1. 40% pasir, 40% liat, 20% debu
    2. 40% debu, 40% liat, 20% pasir
    3. 40% pasir, 40% debu, 20% liat
    4. 50% pasir, 25% debu, 25% liat
  1. Daerah dengan curah hujan yang sangat rendah (kering) umumnya akan memiliki kondisi tanah dengan sifat ....
    1. sangat asam (pH < 6,5)
    2. Basa (pH > 7,5)
    3. Netral (pH 6,5 - 7,5)
    4. Kaya akan bahan organik
  1. Suhu tanah yang ekstrem (di bawah 10°C atau di atas 40°C) akan berdampak buruk pada kesuburan tanah karena ....
    1. Membuat batuan induk di Horizon R mencair
    2. Menguapkan seluruh mineral di dalam tanah
    3. Menurunkan aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan bahan organik
    4. Mengubah pH tanah secara drastis menjadi sangat basa
  1. Seorang petani di daerah pegunungan yang curah hujannya sangat tinggi mengeluhkan tanamannya sering kekurangan unsur hara meskipun sudah dipupuk. Berdasarkan sifat kimia tanah, analisis yang paling tepat terkait masalah ini adalah ....
    1. Tanah di daerah tersebut cenderung basa akibat curah hujan tinggi, sehingga mikroorganisme mati.
    2. Tingginya curah hujan menyebabkan tanah menjadi asam (pH < 6,5), sehingga unsur hara sulit diserap oleh akar.
    3. Curah hujan tinggi membuat tanah kehilangan Horizon R sehingga akar tidak bisa tumbuh.
    4. Suhu tanah meningkat akibat hujan, mempercepat pembusukan akar tanaman.
  1. Sebuah lahan bekas tambang kehilangan seluruh lapisan Horizon O dan Horizon A akibat pengikisan alat berat. Lahan tersebut kini didominasi oleh tanah berwarna terang yang sangat padat. Jika lahan tersebut ingin direklamasi untuk ditanami kembali, tantangan terbesar dan solusi awal yang paling logis adalah ....
    1. Tanah tersebut adalah Horizon B yang miskin humus dan padat; solusinya adalah menambahkan kompos/bahan organik dalam jumlah besar untuk memperbaiki struktur.
    2. Tanah tersebut adalah Horizon C yang kaya kapur; solusinya adalah menyiram lahan dengan air asam setiap hari.
    3. Lahan tersebut tersusun atas batuan induk (Horizon R); solusinya adalah menanam pohon berakar serabut.
    4. Tanah tersebut memiliki drainase terlalu cepat seperti pasir; solusinya adalah menambahkan tanah debu murni.
  1. Perhatikan data dua jenis tanah berikut:
    • Tanah X: Warna abu-abu, air cepat meresap, cepat kering.
    • Tanah Y: Warna cokelat gelap, tekstur lembek saat basah, menyimpan air lebih lama.

    Jika seorang petani ingin menanam padi yang membutuhkan genangan air yang cukup lama, evaluasi yang tepat dari kedua tanah tersebut adalah ....

    1. Tanah X lebih cocok karena warna abu-abu menandakan tingginya mineral esensial untuk padi.
    2. Tanah Y lebih cocok karena warna gelapnya menunjukkan tingginya pasir yang bisa menahan air tawar.
    3. Tanah X tidak cocok karena dominan liat yang menghambat akar padi bernapas.
    4. Tanah Y lebih cocok karena kemungkinan mengandung cukup liat dan humus yang mampu menahan genangan air.
  1. Di wilayah beriklim subtropis, saat musim dingin (suhu tanah mencapai 5°C), penumpukan daun kering (sisa tumbuhan) di atas tanah tidak secepatnya berubah menjadi humus seperti di daerah tropis (suhu 25°C). Berdasarkan teks, fenomena ini terjadi karena ....
    1. Akar tanaman menyerap daun kering lebih lambat saat musim dingin.
    2. Curah hujan salju mencuci bahan organik hingga ke Horizon C
    3. Aktivitas mikroorganisme pengurai menurun drastis pada suhu di bawah 10°C, menghambat pembentukan humus.
    4. Mineral tanah membeku sehingga mematikan sel-sel pada daun kering.
  1. Seseorang mencampur tanah pasir murni dengan pupuk kandang (humus) untuk ditanami sayuran, namun sayurannya tetap layu saat siang hari meski sudah disiram pagi harinya. Kesalahan komposisi fisik apa yang terjadi pada media tanam tersebut?
    1. Kekurangan komponen tanah liat dan debu, sehingga tidak ada fraksi tanah yang mengikat dan menyimpan air lebih lama.
    2. Kelebihan bahan organik yang membuat suhu tanah melampaui 40°C.
    3. Tanah pasir memiliki pori-pori terlalu kecil sehingga air gagal menembus ke bagian akar bawah.
    4. Terlalu banyak unsur hara dari pupuk kandang yang membuat tanah menjadi terlalu basa (pH > 7.5).

No comments:

Post a Comment