๐ก Pertanyaan Pemantik
"Pernahkah kamu merasakan tanganmu secara otomatis menarik diri saat menyentuh benda panas? Atau bagaimana tubuhmu bisa merasakan dinginnya air atau lezatnya makanan favoritmu?"
Semua reaksi ini terjadi begitu cepat, tanpa kita sadari sepenuhnya. Hal ini disebabkan oleh adanya sistem saraf, yaitu sistem yang mengatur segala aktivitas tubuh manusia, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
1. Sel Saraf (Neuron)
Sistem saraf tersusun atas jutaan sel saraf (neuron). Struktur neuron tersusun atas dendrit, badan sel, akson, selubung mielin, nodus Ranvier, sel Schwann, dan sinapsis.
Struktur Sel Saraf (Neuron)
Bagian-bagian Neuron:
| No | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Inti Sel | Berfungsi mengatur segala kegiatan di dalam sel. |
| 2 | Dendrit | Penjuluran pendek yang keluar dari badan sel. Berfungsi membawa rangsangan menuju badan sel. |
| 3 | Badan Sel | Bagian neuron yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. |
| 4 | Akson | Penjuluran panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi menghantarkan rangsangan dari badan sel ke neuron lain. |
| 5 | Selubung Mielin | Bagian dalam sel Schwann yang melapisi akson. Berfungsi sebagai pelindung dan memberi nutrisi pada akson. |
| 6 | Sel Schwann | Memberi nutrisi bagi akson dan membantu regenerasi akson yang rusak. |
| 7 | Nodus Ranvier | Bagian akson yang tidak terbungkus selubung mielin. Berfungsi mempercepat penyampaian rangsangan ke neuron. |
| 8 | Sinapsis | Titik hubungan antara ujung akson dari sebuah neuron dengan ujung neuron lain. |
๐งช Neurotransmitter
Proses penghantaran impuls dari satu neuron ke neuron lainnya dibantu oleh neurotransmitter, yaitu zat kimia yang berfungsi menghantarkan impuls. Neurotransmitter dilepas oleh akson dari neuron pertama ke sinapsis.
Neuron Berdasarkan Fungsinya:
Neuron Sensorik (Aferen)
Berfungsi menghantarkan impuls yang diterima oleh reseptor ke sistem saraf pusat.
Neuron Motorik (Eferen)
Berfungsi menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke efektor.
Neuron Asosiasi (Penghubung)
Berfungsi menghubungkan neuron motorik dengan sensorik yang ada di dalam sistem saraf pusat.
2. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak dibedakan menjadi otak besar, otak kecil, dan otak tengah. Sumsum dibedakan menjadi sumsum lanjutan dan sumsum tulang belakang.
Otak Besar (Cerebrum)
Pusat pengendali aktivitas tubuh manusia yang paling kompleks. Otak besar memiliki dua lapisan:
- Korteks (lapisan luar): berwarna kelabu, berisi badan sel saraf
- Medula (lapisan dalam): berwarna putih, berisi dendrit dan akson
Otak Kecil (Cerebellum)
Berfungsi mengkoordinasikan gerakan otot yang disadari dan pusat keseimbangan serta posisi tubuh.
- Terdiri dari lobus kiri dan lobus kanan
- Dihubungkan oleh jembatan varol
- Bagian luar berwarna abu-abu, bagian dalam berwarna putih
4 Lobus Otak Besar:
Bagian-bagian otak besar memiliki fungsi spesifik yang mendukung kemampuan manusia untuk berpikir, bergerak, merasakan, dan berinteraksi.
Lobus Frontal
Mengatur pemikiran, perencanaan, pengambilan keputusan, dan kontrol perilaku.
Lobus Parietal
Mengolah informasi sensorik seperti rasa sakit, suhu, tekanan, dan sentuhan.
Lobus Oksipital
Bertanggung jawab atas penglihatan dan pemrosesan informasi visual.
Lobus Temporal
Mengatur pendengaran dan pemrosesan informasi suara.
Batang Otak & Sumsum Tulang Belakang:
Batang otak terdiri dari otak tengah, jembatan varol, dan sumsum lanjutan. Semua bagian ini bersama sumsum tulang belakang membentuk sistem saraf pusat yang vital.
Otak Tengah
(Mesencephalon)Bagian dari batang otak yang terletak di depan otak kecil dan jembatan varol.
- Pusat gerak refleks mata (pupil light reflex)
- Pusat pendengaran
- Di depan terdapat talamus dan hipotalamus
Jembatan Varol
(Pons)Bagian dari batang otak, terletak di antara mesencephalon dan medula oblongata.
- Menghubungkan otak besar, otak kecil, dan medula oblongata
- Pusat gerak refleks: kedip mata, mengunyah, menelan, gerakan wajah
Sumsum Lanjutan
(Medula Oblongata)Pusat pengaturan otonom yang menghubungkan sumsum tulang belakang dengan otak.
- Mengontrol detak jantung
- Mengontrol pernapasan
- Mengontrol tekanan darah
- Pusat refleks: batuk, bersin
Sumsum Tulang Belakang
(Medula Spinalis)Terdapat di dalam rongga tulang belakang, memanjang dari tulang leher sampai pinggang kedua.
- Luar: berwarna putih
- Dalam: berwarna abu-abu (banyak badan sel saraf)
- Mengatur gerak refleks: refleks lutut, penarikan tangan
๐ก️ Selaput Pelindung Otak (Meninges)
Otak dilindungi oleh selaput meninges yang terdiri dari tiga lapisan:
Durameter
Selaput yang kuat dan melekat pada tulang tengkorak (lapisan paling luar)
Arachnoid
Selaput yang berbentuk laba-laba (lapisan tengah)
Piameter
Lapisan paling tipis dan lunak yang melekat pada permukaan otak
3. Gerak Biasa dan Gerak Refleks
๐ง Gerak Biasa
Merupakan gerak yang berlangsung dengan disadari. Contohnya jika kita ingin mengambil pensil yang akan digunakan untuk menulis. Pada gerak biasa, impuls melalui jalur yang panjang, untuk diolah dahulu oleh otak.
Rangsangan → Reseptor → Neuron Sensorik → Otak → Neuron Motorik → Efektor → Gerakan
⚡ Gerak Refleks
Merupakan gerak tanpa disadari terlebih dahulu. Contohnya gerakan menarik tangan ketika ujung jari terkena benda tajam secara tidak sengaja. Gerak refleks terjadi sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis. Gerak refleks tidak diolah dahulu oleh otak.
Rangsangan → Reseptor → Neuron Sensorik → Sumsum Tulang Belakang → Neuron Motorik → Efektor → Gerakan
Ringkasan
Kesimpulan:
Sistem saraf manusia tersusun atas jutaan neuron yang terdiri dari dendrit, badan sel, akson, selubung mielin, nodus Ranvier, sel Schwann, dan sinapsis. Neuron dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan fungsinya: sensorik (aferen), motorik (eferen), dan asosiasi (penghubung). Sistem saraf pusat terdiri dari otak (cerebrum, cerebellum, mesencephalon, pons, medula oblongata) dan sumsum tulang belakang, yang dilindungi oleh selaput meninges (durameter, arachnoid, piameter). Gerak biasa melibatkan pengolahan di otak, sedangkan gerak refleks terjadi cepat tanpa diolah otak (melalui sumsum tulang belakang). Pemahaman sistem saraf penting untuk memahami bagaimana tubuh merespons rangsangan dan mengontrol berbagai aktivitas.
SOAL LATIHAN
Pilihlah satu jawaban berikut ini yang paling tepat!
Link : Lembar Jawab
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment