⚠️ Apa itu Zat Adiktif?
Zat adiktif adalah senyawa atau bahan yang dapat menyebabkan kecanduan (adiksi) ketika digunakan secara berulang. Kecanduan ini terjadi karena zat tersebut memengaruhi sistem saraf pusat, mengubah cara otak bekerja, dan menciptakan ketergantungan fisik maupun psikologis.
Zat adiktif umumnya memberikan efek yang menyenangkan atau menenangkan pada awalnya, tetapi penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan fisik, mental, dan sosial.
📋 NAPZA - Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya:
Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, sering disebut juga dengan NAPZA. Efek yang dihasilkan zat adiktif dikategorikan menjadi depresan, stimulan, dan halusinogen.
1. Jenis Zat Adiktif
Narkotika
Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU No. 35 Tahun 2009).
3 Golongan Narkotika:
(Ganja, Heroin, Kokain)
(Morfin, Petidin)
(Kodein)
Psikotropika
Zat atau obat, baik alami maupun sintetis, yang memengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental, perilaku, persepsi, atau suasana hati.
4 Golongan Psikotropika (UU No. 5/1997):
(LSD, Ekstasi/MDMA)
(Amfetamin, Metilfenidat)
(Diazepam, Fenobarbital)
(Barbiturat dosis rendah)
Zat Adiktif Lainnya
Zat adiktif yang tidak termasuk narkotika atau psikotropika, namun tetap dapat menyebabkan ketergantungan.
Contoh Umum:
- Minuman Beralkohol - Etanol dari fermentasi
- Rokok - Mengandung nikotin
- Kafein - Dalam kopi, teh, minuman energi
Contoh Narkotika:
Ganja
Terbuat dari daun, bunga, biji, dan ranting muda tanaman Cannabis sativa. Zat aktif: THC (tetrahydrocannabinol).
Cara konsumsi: Dihisap, dimakan, atau diuap.
- Rasa rileks, euforia
- Peningkatan nafsu makan
- Gangguan koordinasi
- Gangguan memori
- Penurunan fungsi kognitif
- Risiko psikologis
- Gangguan pernapasan
Candu / Opium
Berasal dari getah buah mentah Papaver somniferum. Turunan opium: morfin, heroin, kodein.
- Morfin: Serbuk putih/tablet
- Heroin (Putaw): Sintesis morfin, serbuk seperti tepung
- Kodein: Antitusif (antibatuk)
- Rasa tenang, euforia
- Penghilang nyeri
- Kerusakan organ (hati, ginjal)
- Overdosis
- Ketergantungan fisik
Kokain
Berasal dari tanaman koka (Erythroxylum coca). Mempunyai sifat anestetik (pembius).
- Energi meningkat
- Euforia
- Penurunan nafsu makan
- Kerusakan septum hidung
- Gangguan jantung
- Depresi, paranoid
Contoh Psikotropika:
LSD (Lysergic Acid Diethylamide)
Senyawa sintetis dari ergot (jamur pada gandum). Bentuk: kertas kecil berperekat, kapsul, atau cairan.
- Halusinasi visual/auditori
- Distorsi waktu
- Euforia atau kecemasan
- Gangguan mental (psikosis)
- Kilas balik (flashback)
- Depresi
Amfetamin
Zat sintetis yang merangsang sistem saraf. Bentuk: Pil, serbuk, atau kristal (methamphetamine/sabu).
- Peningkatan energi
- Fokus meningkat
- Euforia
- Kerusakan jantung
- Gangguan mental (paranoia)
- Ketergantungan
Contoh Zat Adiktif Lainnya:
Minuman Beralkohol
Alkohol (etanol) adalah zat depresan sistem saraf pusat yang dihasilkan dari fermentasi karbohidrat. Bentuk: bir, anggur, spirit (vodka, whiskey).
- Penurunan koordinasi motorik
- Bicara cadel, euforia
- Agresivitas
- Keracunan alkohol
- Kerusakan hati (sirosis)
- Gangguan jantung
- Kanker
- Kerusakan otak
Rokok
Mengandung nikotin (stimulan alami dari tembakau Nicotiana tabacum). Juga mengandung ribuan zat kimia berbahaya: tar, karbon monoksida, arsenik.
- Peningkatan denyut jantung
- Tekanan darah naik
- Rileksasi semu
- Pusing/mual (pemula)
- Kanker paru-paru
- Penyakit jantung
- Stroke
- PPOK, impotensi
Kafein
Stimulan alami dalam kopi, teh, cokelat, minuman energi, dan soda. Tidak dikategorikan sebagai narkotika/psikotropika karena efek adiktifnya ringan.
Batas aman: WHO: 300 mg/hari, BPOM: 50 mg/100 ml (minuman energi).
- Peningkatan fokus & energi
- Denyut jantung naik
- Gangguan tidur (berlebihan)
- Ketergantungan psikologis
- Sakit kepala (putus zat)
- Lemas, sulit konsentrasi
2. Zat Adiktif Berdasarkan Efeknya
Depresan
Contoh:
- Alkohol
- Benzodiazepin (obat penenang)
- Opioid/analgesik (morfin, heroin, fentanyl)
- Barbiturat
Efek pada Tubuh:
- Menekan aktivitas sistem saraf pusat
- Memperlambat respons tubuh
- Menurunkan kesadaran
- Mengurangi kecemasan, relaksasi, kantuk
- Dosis tinggi: Gangguan pernapasan, koma, kematian
Stimulan
Contoh:
- Kafein
- Nikotin (rokok)
- Kokain
- Amfetamin (ekstasi/sabu)
- Methamphetamine
Efek pada Tubuh:
- Meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat
- Mempercepat detak jantung
- Menaikkan tekanan darah
- Menimbulkan euforia
- Energi berlebih, fokus meningkat
- Penurunan nafsu makan
Halusinogen
Contoh:
- LSD (asam lisergat)
- Psilosibin (jamur ajaib)
- DMT (Dimetiltriptamin)
- Ganja (dosis tinggi)
- Sintetik kanabinoid (K2/Spice)
Efek pada Tubuh:
- Mengubah persepsi sensorik
- Halusinasi visual/auditori
- Perubahan pikiran dan emosi
- Distorsi waktu dan ruang
- Pengalaman "trip" tidak terduga
💡 Catatan Penting:
Beberapa zat memiliki efek campuran, seperti:
- Ekstasi: Stimulan + halusinogen ringan
- Ganja: Bisa bersifat halusinogen sekaligus depresan
Ringkasan
Kesimpulan:
Zat adiktif (NAPZA) adalah senyawa yang menyebabkan kecanduan dengan memengaruhi sistem saraf pusat. Terbagi menjadi 3 jenis utama: Narkotika (3 golongan: I sangat berbahaya, II pengobatan terbatas, III pengobatan umum), Psikotropika (4 golongan berdasarkan potensi adiktif), dan Zat Adiktif Lainnya (alkohol, rokok, kafein). Berdasarkan efeknya, zat adiktif dikategorikan menjadi Depresan (menekan saraf: alkohol, opioid), Stimulan (merangsang saraf: kafein, nikotin, kokain, amfetamin), dan Halusinogen (mengubah persepsi: LSD, psilosibin). Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan fisik, mental, dan sosial yang serius. Pencegahan dan edukasi adalah kunci untuk menghindari bahaya zat adiktif.
SOAL LATIHAN
Pilihlah satu jawaban berikut ini yang paling tepat!
Link : Lembar Jawab
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment